Senin, 31 Oktober 2011

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Kerangka Teori

2.1.1 Pengertian Pemasaran ( Marketing )

Marketing atau pemasaran merupakan salah satu faktor penting dalam perusahaan untuk membantu tercapainya tujuan perusahaan. Pada perusahaan – perusahaan yang dikelola dengan baik, bagian Marketing menduduki posisi yang penting disbanding dengan fungsi – fungsi lain di dalam perusahaan. Pemasaran adalah satu fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan dan menyerahkan nilai kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para pemilik saham-sahamnya. Kita juga dapat membedakan definisi pemasaran menurut sosial dan manajerial. Definisi pemasaran dan menurut sosial adalah pemasaran sutu proses social yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas menukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Sedangkan, definisi pemasaran menurut manajerial adalah digambarkan seperti seni menjul produk.

( Phillip Kotler dan Kevin Lane Keller, 2007, 6 ).

Tujuan pemasaran adalah mengetahui dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk atau jasa itu cocok dengan pelanggan, serta mempertahankan pertumbuhan yang kuat dan positif setiap triwulan, mencapai kenaikan yang mantap

dalam penetrasi pasar, dan mengurangi biaya akuisisi pelnggan. ( Phillip Kotler dan

Kevin Lane Keller, 2007, 78 dan 7). Berikut ini penulis akan mengutip pendekatan / approach, atau cara menelaahpemasaran yang dikemukakan oleh Alex S. Nitisemito ( 2002 : 30 ), yaitu :

1. Pendekatan serba lembaga ( Institusional Approach )

Dalam mempelajari marketing berdasarkan pendekatan serba lembaga adalah

suatu cara untuk mempelajari pamasaran dari segi organisasi / lembaga – lembaga

yang menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Approach serba lembaga ini

adalah salah satu cara dalam Marketing yang berpangkal pada lembag – lembaga perantara yang terlibat pemasaran, seperti : agen, grosir, pengecer dan sebagainya.

2. Pendekatan serba fungsi ( Functional Approach )

Dalam mempelajari marketing berdasarkan pendekatan pendekatan serba fungsi ini adalah adalah suatu cara untuk mengetahui fungsi – fungsi yang dijalankan dalam menyalurkan dan memperlancar barang – barang dari produsen ke konsumen, dengan meningkatkan fungsi tersebut diharapkan kelancaran penjualan barang / jasa dapat lebih terjamin

3. Pendekatan serba barang ( Commodity Approach )

Dalam mempelajari Marketing berdasarkan pendekatan serba barang adalah dengan mempelajari barang – barang / jasa – jasa yang akan dijual. Untuk mempelajari Commodity ini adalah melalui penggolongan barang, sehingga mempunyai sifat – sifat yang sama dan dapat dipelajari cara memasarkannya seperti contoh sebagai berikut :

a. Barang – barang industri

b. Barang – barang konsumen

c. Barang – barang pertanian

d. Barang – barang pertambangan, dan lain – lain.

4. Pendekatan serba teori ( Economical Theority Approach )

Di dalam mempelajari Marketing berdasarkan pendekatab serba teori yang dibahas adalah mengenai masalah bentuk – bentuk persaingan yang bersangkutan dengan teori ekonomi permintaan dan penawaran. Dari uraian diatas jelaslah kiranya bahwa dalam mempelajari Marketing diperlukan adanya suatu pendekatan. Walau di dalam setiap pendekatan yang dilaksanakan mempunyai kelebihan –kelebihan dan kelemaha tersendiri, maka dengan mempelajari pendekatan tersebut dapay dipilih pendekatan mana yang paling tepat untuk digunakan dalam perusahaan yang akan dikelola, yang mana nantinya akan menghasilkan laba.

2.1.2 Pengertian Promosi

Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran. Definisi diatas menjelaskan bahwa kegiatan komunikasi yang terdiri dari

beberapa aktifitas dengan maksud untuk mampermudah penjualan suatu produk, dimana sifat komunikasi itu tidak hanya sebagai alat untuk penyebaran informasi produk, tapi juga bersifat membujuk dan mempengaruhi konsumen dengan meyakinkan dan meningkatkan kembali manfaat produk tersebut agar terjadi pembelian ulang ( Philip Kotler dan Gary Amstrong, 2004, 660). Dan promosi harus ditempatkan pada proporsi yang seharusnya. Dalam arti bukan hanya sekedar memperkenalkan barang itu kepada masyarakat, akan tetapi lebih dari itu bagaimana agar masyarakat mau membeli barang yang ditawarkan. Selain hal tersebut diatas. Promosi ( Djaslim Saladin, 2002, 248 ) bertujuan untuk :

1. Mempengaruhi konsumen secara langsung maupun tidak langsung agar tertarik

pada barang – barang yang ditawarkan.

2. Merangsang konsumen untuk membeli barang – barang yang ditawarkan.

3. Mendidik konsumen tentang faedah dari cara – cara penggunaan barang – barang

yang ditawarkan.

4. Membantu dan memperkenalkan barang baru dan juga kepada siapa atau dimana

barang itu akan diperoleh.

Dari definisi diatas hampir bersamaan tujuan yang diharapkan sama. Promosi merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan pemasaran dan sering dikatakan

sebagai ujung tombak pemasaran.

2.1.3 Marketing Mix

Marketing mix adalah suatu istilah yang menggambarkan seluruh unsure pemasaran dan faktor produksi yang dikerahkan guna mencapai tujuan – tujuan badan

usaha misalnya laba, penghasilan dan harta yang ditanam serta omzet penjualan, bagian dari pasar yang ingin direbut dan sebagainya. Menurut Philip Kotler, 2005

bauran pemasaran terdiri dari tujuh variabel yang dikenal dengan 7P yang diuraikan

sebagai berikut :

1. Product (Produk)

Produk merupakan kombinasi barang dan jasa pada sasaran, termasuk didalamnya perencanaan dan pengembangan produk dan jasa yang menyangkut antara lain kualitas, ukuran, merek, pembungkus, garansi dan pelayanannya sehingga barang dan

jasa tersebut dapat memenuhikebutuhan konsumen.

2. Price (Harga)

Harga merupakan sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan barang dan jasa. Penetapan harga terhadap barang dan jasa merupakan faktor yang menentukan berhasil atau tidaknya produk tersebut dipasar.

3. Place ( Tempat / Distribusi )

Tempat dalam pengertian pemasaran adalah distribusi yang meliputi semua kegiatan

yang berhubungan dengan usaha menyampaikan produk dari perusahaan kepada pembeli, yaitu menyediakan produk pada tempat yang mudai dicapai.

4. Promotional ( Promosi)

Merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk memberi informasi mengenai

keberadaan dan manfaat suatu produk yang dirawarkan agar konsumen ingin membelinya.

5. People ( SDM)

Adalah sekumpulan inividu yang berada dalam organisasi atau perusahaan yang saling bekerjasama dengan satu tujuan, dimana masing – masing individu memiliki

tugas dan tanggung jawab sesuai dengan posisi pekerjaan atau jabatan.

6. Process ( Proses )

Merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dari saat produk tersebut belum dipasarkan sampai dengan produk diterima atau dikonsumsi konsumen. Proses produksi ataupun proses pelayanan haruslah mengutamakan kepuasan konsumen dalam segala hal.

7. Phisical Evidence ( Penampilan Fisik )

Penampilan fisik merupakan faktor yang penting dalam membantukeguatan usaha seperti kemasan yang menarik, kebersihan, keindahan interior dan eksterior tempat usaha serta penampilan karyawan untuk menunjang dalam kegiatan usaha. Agar kegiatan marketing dapat berlangsung dengan sukses, produk harus dikembangkan sesuai dengan keinginan dan kemauan konsumen, diberi harga yang terjangkau oleh konsumen, lalu didistribusikan ke tempat konsumen belanja Dan akhirnya dipromosikan lewat media yang terjangkau oleh konsumen. Namun kegiatan tersebut harus terencana dengan baik dan disertai pula dengan pemilihan sebagai kebijakan variabel tersebut dengan tepat.

2.1.4 Perencanaan Promosi

Perencanaan promosi pada dasarnya adalah merupakan bagian dari perencanaan pemasaran secara menyeluruh. Hanya saja aktivitas yang dilakukan menganut serangkaian langkah mendasar sebagai berikut :

1. Mengembangkan cara yang akan di tempuh untuk mendekati audience.

- Menggunakan mass media.

- Meningkatkan upaya langsung.

- Meningkatkan aktivitas promosi penjualan.

2. Menentukan target audience.

3. Menetapkan tujuan promosi

- Mendorong kesadaran konsumen atas merek produk.

- Memberikan informasi atas produk.

- Memberi dorongan kepada konsumen pasca pembelian.

4. Menyusun formasi strategi sebagai promosi untuk mencapai tujuan. Sebagai

contoh apabila tujuan produksi adalah untuk mendorong kesadaran konsumen

terhadap merek produk, maka strategi yang ditempuh adalah dengan melakukan

pengiklanan secara agresif.

5. Menentukan alokasi dana promosi pada masing – masing variabel bauran promosi

yang dipergunakan.

6. Mengevaluasi efektifitas kegiatan promosi dan melakukan penyesuaian tujuan

dan strategi bila di anggap perlu.

2.1.5 Promotion Mix ( Bauran Promosi )

Promosi merupakan salah satu variabel marketing mix yang digunakan oleh perusahaan untuk mengadakan komunikasi dengan pasarnya. Promosi juga sering dikatakan sebagai ujung tombak pemasaran, karena dapat mempengaruhi volume penjualan perusahaan. Menurut Philip Kotler dan Gary Amstrong, 2004 elemen –

elemen dalam bauran promosi adalah :

1.Periklanan ( Advertising )

Periklanan adalah semua bentuk penyajian non personal , promosi ide – ide , promosi barang atau jasa yang dilakukan oleh sponsor. Sedangkan tujuan utama dari periklanan adalah : memberikan informasi secara luas kepada konsumen tentang barang atau jasa yang ditawarkan suatu perusahaan. Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan periklanan adalah untuk meningkatkan penjualan yang mempunyai tujuan sebagai berikut :

- Memberi informasi kepada pasar akan adanya barang baru

- Menyarankan penggunaan suatu barang tersebut

- Membangun citra perusahaan

- Membangun preferensi merek

Menjaga kesan keunggulan produk perusahaan Sedangkan media yang dapat dipergunakan untuk periklanan antara lain:

- Media cetak : koran, majalah, bulletin.

- Media elektronik: radio, televise, internet.

- Pajangan luar : printer, pamflet, papan nama.

Keunggulan periklanan :

Konsumen dapat secara langsung mengetahui tentang produk baru

Kelemahan periklanan :

Biaya yang diperlukan untuk memperkenalkan produk sngat besar.

2.Promosi Penjualan ( Sales Marketing )

Promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung variasi insentif jangka pendek untuk merangsang pembelian atau penjualan suatu produk atau dengan kata lain salah satu bentuk kegiatan promosi dengan mengadakan alat peraga seperti : peragaan , pameran , demonstrasi dan lainnya. Bentuk aktifitas promosi penjualan yang umum dilakukan perusahaan dan dapat dikelompokkan dalam dua tipe : yang pertama adalah promosi penjualan yang diarahkan kepaa tenaga penjual seperti pemberian bonus kepada tenaga pemasar yang mampu mencapai target. Yang kedua adalah promosi dagang biasanya diarahkan untuk para penyalur, misalnya berupa bantuan pajangan produk dan bantuan pengiklanan produk. Tujuan dari promosi penjualan adalah mencakup memproleh tsemakin banyak dukungan tenaga penjualan agar mendorong tenaga penjual supaya menandatangani perjanjian dengan pelanggan baru.

3.Hubungan Masyarakat dan publisitas

Hubungan masyarakat adalah suatu usaha dari rancangan program guna memperbaiki, mempertahankan, atau melindungi perusahaan atau citra produk. Publisitas adalah suatu komunikasi promorsional tentang perusahaan atau produk yang dihasilkan perusahaan, yang disajikan melalui media, akan tetapi tidak dibayar oleh sponsor atau perusahaan. PT Sinar Sosro juga sering melakukan kegiatan promosi ini dengan cara mensponsori kegiatan-kegiatan acara olahraga,seni, dan lain-lain hubungan juga dapat dilakukan dengan cara hubungan pers atau biro media, publisitas produk, urusan publik, melkukan lobi, hubungan investor, dan pengembangan.

4.Penjualan personal ( Personal Selling )

Personal selling ini merupakan komunikasi langsung atau kegiatan promosi yang berbeda dengan periklanan karena menggunakan orang / individu didalam pelaksanaannya, individu – individu yang melaksanakan kegiatan personal selling ini disebut juga tenaga penjualan (salesmen). Yang mana seperti dunia periklanan, dengan tenaga salesman kita juga mengiklankan produk yang kita tawarkan. Akan tetapi, lebih langsung ke konsumen ataupun bertatap muka dalam memasarkan produknya sehingga sering disebut personal selling juga merupakan komponen antar pribadi.

2.1.6 Segmentasi Pasar

Pada kenyataanya pasar yang ada sangat luas dan terbatas dimiliki oleh perusahaan sehingga tdak semua pasar dapat dilayani maka dari itu diperlukan segmentasi pasar, yaitu kegiatan yang membagi – bagi pasar menjadi kelompok pembeli yang berbeda atau bauran pemasaran yang berbeda (Kotler dan Amstrong). Beberapa variabel utama yang digunakan untuk mensegmentasikan pasar konsumen:

1.Segmentasi Geografi

Segmentasi Geografi berarti membagi pasar menjadi beberapa unit secara geografis yaitu seperti regional, kota atau kompleks perumahan. Umtuk memutuskan beropersai di suatu wilayah harus memperhatikan perbedaan kebutuhan dan keinginan yang dijumpai.

2.Segmentasi Demografi

Segmentasi Demografi berarti Membagi pasar berdasarkan variable demografis seperti umur, jenis kelamin, latar belakang etnis, pendidikan, pendapatan,status perkawinan dan status kewarganegaraan. Informasi semacam ini dapat digunakan sebagai target yang akan dicapai oleh perusahaan.

3.Segmentasi Fisiografi

Segmentasi Fisiografi berarti Memisahkan pasar berdasarkan kelas sosial, gaya hidup dan berbagai ciri kepribadian.

4.Segmentasi Perilaku

Segmentasi Perilaku berarti membagi pasar berdasarkan pengetahuan, sikap,

penggunaan atau tanggapan terhadap prodk tertentu.

2.1.7 Hipotesis

Hipotesis sangat penting dalam menentukan hasil penelitian ini maka hipotesis dalam

penelitian ilmiah ini adalah sebahai berikut : Biaya promosi mempengaruhi hasil penjualan produk Joy Tea pada PT SINAR SOSRO

Minggu, 23 Oktober 2011

Pengaruh Biaya Promosi terhadap Hasil Penjualan Joy Tea pada PT Sinar Sosro

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pertumbuhuan dan kemajuan serta perkembangan yang pesat dari perusahaan akan menimbulkan satu persoalan baru. Di samping itu dengan meningkatnya arus informasi melalui berbagai macam media, baik cetak maupun elektronik dan meningkatnya pengetahuan masyarakat, membuat masyarakat semakin kritis dalam memilih produk.

Banyak sekali perusahaan yang bergerak dibidang industri maupun jasa, selalu berusaha untuk menarik minat konsumen dengan memeperkenalkan produk mereka melalui iklan. Hal ini sangat erat hubungannya dengan penggunaan secara periklanan maka perusahaan dapat memperkenalkan produknya melalui media masa sehingga dapat dikenal oleh masyarakat atau konsumen dengan cepat.

Namun hal itu tidak menyurutkan para pengusaha untuk melakukan berbagai cara untuk membuat perusahaan mereka mengalami kemajuan dan memperoleh laba yang maksimal. Dengan demikian tumbuh dan berkembangnya industri di indonesia maka muncul perusahaan – perusahaan yang memproduksi produk sejenis dengan merek dan kualitas yang berbeda, yang menyebabkan timbulnya pesaing diantara produsen yang semakin tinggi. Diantara pengunaan kegiatan promosi yang mempunyai peran penting yang diharapkan untuk kelangsungan hidup perusahaan agar dapat bertahan.

Mengingat pentingnya peran promosi dalam suatu perusahaan maka penulis tertarik untuk membuat penelitian ilmiah ini dengan judul “Pengaruh Biaya Promosi terhadap Hasil Penjualan Joy Tea pada PT Sinar Sosro.

1.2. Rumusan Masalah dan Batasan Masalah

1.2.1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah:

1. Adakah hubungan biaya promosi dengan peningkatan hasil penjualan?

2. Berapa besar pengaruh biaya promosi terhadap peningkatan penjualan?

1.2.2. Batasan Masalah

Dalam pembahasan penulisan ilmiah, penulisan hanya membahas tentang hal yang berhubungan dengan tema utama penelitian yakni analisis pengaruh biaya promosi terhadap hasil penjualan Joy Tea pada PT Sinar Sosro data hasil penjualan dari tahun 2004 – 2008.

1.3. Tujuan Penelitian

Salah satu penunjang naik turunnya kegiatan promosi maka dapat kita lihat dari sebarapa besar dan kecilnya biaya yang akan dikeluarkan oleh sebuah perusahaan untuk promosi, beberapa tinjauan dapat dikemukakan dalam penulisan ilmiah antara lain adalah:

1. Untuk mengetahui hubungan antara promosi dengan hasil penjualan

2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh biaya promosi terhadap hasil penjualan PT Sinar Sosro terhadap Joy Tea

Jumat, 07 Oktober 2011

Analisis Jurnal

© Pengarang : HIELDA

Ø Judul : Pengaruh biaya – biaya pelatihan terhadap peningkatan hasil

Produksi.

Ø Tahun : 2009

© Tema : Pengaruh Biaya

© Latar Belakang Masalah

Setiap perusahaan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan menggunakan berbagai macam faktor produksi, antara lain adalah modal, bahan baku, dan sumber daya manusia. Dari ketiga faktor tersebut sumber daya manusia adalah merupakan faktor produksi terpenting dan yang harus ada dalam setiap organisasi.

Ø Fenomena

- Tenaga kerja yang kurang terampil

- Hasil Produksinya Menurun

Ø Jurnal

Pelatihan bagi karyawan merupakan suatu kegiatan yang ditujukan untuk mendapat membantu karyawan meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan sikap karyawan dalam melaksakan pekerjaannya juga memperbaiki prestasi kerjanya agar mencapai tujuan yang diinginkan oleh perusahaan.

Ø Motivasi

Untuk mengetahui peningkatan hasil produksi dapat diriwayatkan dengan cara pemberian pelatihan pada setiap karyawan.

© Masalah

Perngaruh biaya pelatihan terhadap peningkatan hasil produksi.

© Tujuan Penelitian

Untuk menegtahui peningkatan hasil produksi para karyawan yang telah mengikuti pelatihan.

© Metode Penelitian

Ø Data, Sample dan Populasi

Data yang diambil oleh penulis adalah:

1. Data primer dengan menggunakan penelitian Lapangan (Kuesioner)

2. Data Sekunder dengan menggunakan studi pustakaan

Ø Sample dan populasi

PT.Citra Mandiri Metalindo Abadi yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufacturing.

Ø Tahapan Penelitian

1. Wawancara merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan langsung antara narasumber dan pewawancara.

2. Metode Penelitian yaitu pengumpulan data dimana penulis melakukan tinjaunan atau kunjungan langsung kepada perusahaan yang dijadikan objek penelitian

© Model Penelitian

Analisis regresi linier yaitu analisis yang digunakan untuk pembuktian apakah ada pengaruh atau tidaknya antara 2 variabel atau lebih dimana X adalah analisis pelatihan dan variabel Y adalah prestasi kerja. Rumus yang sigunakan adalah:

Y = a + bx

b = n(Sxy) – (Sx)(Sy) ket : a = Konstanta

a = Sy – b(Sx) b = Koefisiensi regresi atau tingkat kecepatan

X = Pelaksanaan Peletihan

© Hasil dan analisis

1. Tahapan analisis kebutuhan

Untuk menghindari suatu program pelatihan yang tidak efektif, maka perusahaan menggunakan kebutuhan pelatiahn dapat dilaksanakan dengan 2 teknik adalah:

a) Analisa tugas yang bertujuan memperkenalkan karyawan pada lingkungan pekerjaan baru atau kondisi perusahaan.

b) Analisa kerja untuk menyesuaikan masalah dan kebutuhan perusahaan sehingga diharapkan karyaawan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah didapatkan.

2. Tahapan penetapan tujuan pelatihan

Setelah tahap analisa kebutuhan pelatihan dilaksanakan, maka tetap selanjutnya adalah penetapan tujuan program pelatihan

3. Keabrahaan

Yang dimaksudakan agar peserta dapat memahami apa yang terjadi tujuan dan sasaran dilaksanakannya traning.

4. Evaluasi program pelatihan

Untuk mengetahui efektivitas program pelatihan yaitu apakah mencapai sasaran yang diharapkan atau sebaliknya. Langkah – langkah yang diambil perusahaan adalah:

a) Evaluasi form

b) Monitoring

© Rekomendasi

PT. Citra mandiri metalindo abadi adalah tetap mengadakan program pelatihan untuk meningkatkan prestasi kerja karyawan.


© Pengarang : Yoga Perdana Putra

Ø Judul : Pengaruh Biaya Promosi Terhadap Hasil Penjualan

Ø Tahun : 2010

© Tema : Pengaruh Biaya

© Latar Belakang Masalah

Tingkat pendapatan dan daya beli masyarakat yang meningkat disertai juga dengan meningkatnya permasalahan akan barang. Dengan makin tumbuh dan berkembangnya industri di indonesia maka muncul perusahan – perusahan yang memproduksi produk yang sejenis dengan merk dan kualitas yang berbeda.

Ø Fenomena

- Berkurang minat beli masyarakat

- Berkurangnya pengetahuan masyarakat akan produk

Ø Jurnal

Marketing atau pemasaran bukan semata – mata kegiatan untuk menjual barang atau jasa, akan tetapi ditujukan untuk memberi kepuasa baik.

Ø Motivasi

Untuk mengetahui pengaruh biaya promosi dengan hasil penjualan yang dilakukan dan mengetahui hubungan positif antar promosi dengan penjualan.

© Masalah

Bagaimana hubungan antara promosi dengan hasil penjualan dan pengaruh biaya promosi terhadap hasil penjualan

© Tujuan Masalah

Untuk mengetahui hubungan antara promosi dan hasil penjualan.

© Metode Penelitian

Ø Data , sample dan populasi

Data yang diambil oleh penulis adalah:

a) Data hasil penjualan tahun 2007 – 2009

b) Data hasil biaya hasil promosi tahun 2007 – 2009

Ø Sample dan Populasi

Objek dalam penelitian ilmiah ini adalah martabak alim yang beralamat Jl. Raya Jati Waringin No.9 Pondok Gede Bekasi

Ø Tahapan penelitian

1. Data primer

a) Observasi

b) Wawancara

2. Data sekunder

Pengambilan dta yang dilakukan penulis dengan cara membaca dan mempelajari buku – buku yang berhubungan dengan masalah.

© Metode penelitian

Dengan mengguakan metode regresi sederhana yaitu suatu alat untuk memperkirakan besarnya pengaruh secara kuantatif dari perubahan. Persamaan regresi dapat dinyatakan dalam fungsi :

Y = a + bx

Dimana nilai a dan b diperoleh dari :

a = (SYi) – b(SXi) ket : Y = hasil penjualan

n X = biaya promosi

b = nSXiYi – (SXi)(SYi) a,b = konstanta

n SXi2 – (SXi)2 n = banyaknya sample

© Hasil dan Analisis

Dari hasil koefisien Regresi diperoleh persamaan Y = 9,523,16 + 3,024 X artinya jika biaya saluran distribusi berubah sebesar 1 tahun maka akan meningkatkan hasil penjualan sebesar 03,024 satuan tetapi jika tidak ada perubahan dalam saluran distribusi maka hasil penjualan tetap itu menyatakan bahwa hubungan biaya promosi dan hasil.

© Rekomendasi dan implikasi

Sebaiknya perusahaan mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang lebih kompetitif yaitu meningkatkan promosi dan tidak hanya memperkenalkan produk – produk yang ditawarkan tetapi juga harus dapat mempertahankan konsumen yang ada.


© Pengarang : Lely Novitasari

Ø Judul : Pengaruh Biaya Promosi Terhadap masih Penjualan

Ø Tahun : 2010

© Tema : Pengaruh Biaya

© Latar Belakang Masalah

Setiap perusahan dalam memasarkan produknya harus menerapkan berbagai macam strategi pemasaran dan harus berusaha ekstra untuk meningkatkan minat konsumen.

Ø Fenomena

- Kurangnya jaringan promosi

- Kurangnya media promosi

Ø Jurnal

Pemasaran berhasil harus menentukan keinginan dan kebutuhan konsumen sasaran dan menentukan kepuasann yang diinginkan.

Ø Motivasi

Untuk mengetahui sejauh mana peran biaya promosi sebagai salah satu strategi pemasaran untuk meningkatkan hasil penjualan.

© Masalah

Besarnya pengaruh biaya promosi terhadap hasil penjualan.

© Tujuan Masalah

Untuk mengetahui promosi apa saja yang digunakan terhadap penjualan.

© Metode penelitian

Ø Data yang diambil oleh penulis adalah:

1. Variabel bebas (indenpendent) yang terdiri dari variabel X1 yaitu biaya iklan (advertaising), Variabel X2 yaitu penjualan langsung (personal selling).

2. Variabel terikat (dependent)penelitian ini yang disimbolkan dengan variabel Y yaitu hasil penjualan yang semua data didapat hasil studei lapangan oleh penulis.

Ø Sample dan populasi

Penulis melakukan penelitian terhadap perusahaan PT. Metropolitan Land yang bergerak dalam bidang penjualan rumah.

Ø Tahapan penelitian

a. Data primer

a) Interview (wawancara)

b) Observasi

b. Data sekunder

Pengambilan data yang dilakukan penulis dengan cara membaca dan mempelajari buku – buku yang berhubungan dengan masalah.

Ø Metode penelitian

Analisa Regresi Berganda

Yaitu untuk meramalkan nilai variabel terkait (Y) apabila variabel bebas (X) minimal dua atau lebih membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsi atau hubungan kasual antara 2 variabel bebas (X)atau lebih dengan 1 variabel terkait (Y).

Persamaan Regresi berganda yaitu:

Y = a + b1x1 + b2x2

Dimana nilai a, b1 dan b2 diperoleh dari :

b1 = (Sx22)(Sx1y) – (Sx2y)(Sx1x2) ket : y = hasil penjualan

a = konstanta

(Sx12)( Sx22) – (Sx1x2)2 b1,b2 = koefisien regresi

b2 = (Sx12)( Sx2y) – (Sx1y)( Sx1x2) x1,x2 = biaya promosi

(Sx12)( Sx22) – (Sx1x2)2 n = banyaknya sample

n = Sy – b1Sx1 – b2Sx2

n

© Hasil dan analisa

Promosi yang digunakan untuk memasarkan produknya dan untuk menarik minat konsumen menggunakan yaitu advertaising dengan menggunakan media cetak yang berupa surat kabar, media elektroknik seperti radio.

© Rekomendasi dan implikasi

1. Untuk mendapatkan hasil penjualan yang maximal perusahaan harus meningkatkna baiya advertaising .

2. Untuk lebih meningkatkan hasil penjualan, perusahaan harus aktif mencari informasi yang dibutuhkan disesuaikan dengan perkembangan jaman.