Sabtu, 24 November 2012

Corporate Social Responsibility (CSR) dan Good Corporate Governance (GCG)

Nama    : Fenti Indriani
kelas     : 4EA12
NPM     : 11209375



1.      Jelaskan pengertian Corporate Social Responsibility (CSR) dan urgensi implementasi
     CSR bagi perusahaan dan masyarakat sekitar !
   Definisi CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu tindakan atau konsep yang
  dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk
  tanggungjawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada.      
   urgensi implementasi CSR bahwa implementasi CSR sebagai upaya perusahaan untuk
  mencapai keseimbangan jangka panjang dalam kaitannya dengan eksistensi perusahaan tersebut,
   semestinya penerapan CSR tidak harus dipaksakan melalui undang-undang
2.  Jelaskan argumen anda tentang kaitan antara CSR dengan business sustainability 
     (keberlanjutan bisnis) !
Merupakan kesadaran menjadi kondisi ideal dalam konteks pemberdayaan masyarakat yang sering diimplementasikan dalam bentuk program CSR merupakan aktivitas yang lintas sektor dan menjadi modal sosial yang harus dioptimalkan memlalui mekanisme kemitraan yang berperan meningkatkan sosio-ekonomi masyarkat dan komunitas lokal yang berada di sekitar perusahaan.

3.        Apa yang dimaksud dengan Good Corporate Governance (GCG) ?  Jelaskan prinsip – prinsipnya !
Good corporate governance (GCG) secara definisi merupakan sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan yang menciptakan nilai tambah (value added) untuk semua stakeholder. Secara umum terdapat lima prinsip dasar dari good corporate governance yaitu:
1.      Transparency (keterbukaan informasi), yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses
pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan.
2.      Accountability (akuntabilitas), yaitu kejelasan fungsi, struktur, sistem, dan
pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.
3.      Responsibility (pertanggungjawaban), yaitu kesesuaian (kepatuhan) di dalam pengelolaan
Perusahaan terhadap prinsip korporasi yang sehat serta peraturan perundangan yang berlaku.
4.      Independency (kemandirian), yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dikelola secara
5.       professional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manajemen yang tidak sesuai dengan peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
6.      Fairness (kesetaraan da kewajaran), yaitu perlakuan yang adil dan setara di dalam
 memenuhi hakhak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian serta peraturan perundangan yang berlaku.

4.        Adakah hubungan antara CSR dan GCG ?  Jelaskan !
Menerapkan Penerapan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan (Corporate Social Responsibility CSR) secara benar berarti juga memenuhi prinsip responsibilitas yang diusung GCG. Penerapan CSR secara konsisten merupakan bagian dari upaya memaksimalkan nilai perusahaan. CSR merupakan komitmen perusahaan berperilaku etis dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan dengan tetap mengedepankan peningkatan kualitas hidup karyawan beserta keluarganya, komunitas lokal dan masyarakat luas.
5.        Jelaskan pengertian whistle blowing !  Bedakan whistle blowing internal dan eksternal !

Whistle Blowing Merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang karyawan untuk membocorkan kekurangan yang dilakukan oleh perusahaan atau atasannya kepada pihak lain.
n  Whistle blowing internal terjadi ketika seorang karyawan mengetahui kecurangan yang dilakukan karyawan kemudian melaporkan kecurangan tersebut kepada atasannya.
n  Whistle blowing eksternal terjadi ketika seorang karyawan mengetahui kecurangan yang dilakukan oleh perusahaan lalu membocorkannya kepada masyarakat karena kecurangan itu akan merugikan masyarakat.

6.        Jelaskan prinsip – prinsip etis apa saja yang harus diperhatikan dalam bidang produksi ? Berikan dan jelaskan dua contoh pelanggaran etika bisnis dalam bidang produksi yang ada di Indonesia !

Etika Produksi
Definisi etika secara sederhana adalah studi mengenai hak dan kewajiban manusia, peraturan moral yang dibuat dalam pengambilan keputusan dan sifat alami hubungan antar manusia dan alam. Maka etika produksi yang diperhitungkan adalah:
 aturan main yang dibuat pengusaha dan menjadi patokan berbisnis.
Ø  Nilai
Menerima dan menggaji karyawan, membayar pajak dan sebagainya.
Ø  Hak dan kewajiban
 Peraturan moral menjadi acuan tertulis yang sangat
Ø  Peraturan moral  penting bagi pengusaha ketika mengalami dilema atau permasalahan, baik internal atau eksternal. memprioritaskan perekrutan karyawan dari masyarakat di sekitar perusahaan, menghargai hak cipta, dll.
Ø  Hubungan manusia
 ikut mengelola lingkungan hidup dan mengelola limbah sisa hasil produksi.à• Hubungan dengan alam
Contoh kasus pelanggaran etika bisnis
1.      Kasus Indomie yang mendapat larangan untuk beredar di Taiwan karena disebut mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia dan ditarik dari peredaran. Zat yang terkandung dalam Indomie adalah methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat). Kedua zat tersebut biasanya hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik, dan pada Jumat (08/10/2010) pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik semua jenis produk Indomie dari peredaran. Di Hongkong, dua supermarket terkenal juga untuk sementara waktu tidak memasarkan produk dari Indomie.
2.      Mogoknya hampir seluruh pekerja PT Freeport Indonesia (FI) tersebut disebabkan perbedaan indeks standar gaji yang diterapkan oleh manajemen pada operasional Freeport di seluruh dunia. Pekerja Freeport di Indonesia diketahui mendapatkan gaji lebih rendah daripada pekerja Freeport di negara lain untuk level jabatan yang sama. Gaji sekarang per jam USD 1,5–USD 3. Padahal, bandingan gaji di negara lain mencapai USD 15–USD 35 per jam. Sejauh ini, perundingannya masih menemui jalan buntu. Manajemen Freeport bersikeras menolak tuntutan pekerja, entah apa dasar pertimbangannya.

 

Selasa, 30 Oktober 2012

Etika Bisnis


Pengertian ETIKA

1.Etika adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.

TUJUAN MEMPELAJARI ETIKA
Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu

2. Etika yang kita lakukan sehari-hari : Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kitauntuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yangpelru kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya
Contohnya : Sopan santun terhadap orang tua dan orang lain, mengikuti norma atau nilai-nilai budaya, menghormati orang yang lebih tua.

        Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005).
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya
    perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”

3. Etika Teleologi
berasal dari kata Yunani yaitu telos yang berarti tujuan, sasaran, akibat dan hasil. Menurut teori ini, suatu tindakan dikatakan baik jika tujuannya baik dan membawa akibat yang baik dan berguna. Dari sudup pandang “apa tujuannya”, etika teleologi dibedakan menjadi dua yaitu:
1. Teleologi Hedonisme (hedone= kenikmatan) yaitu tindakan yang bertujuan untuk
    mencari kenikmatan dan kesenangan. contoh : orang yang suka mengumpulkan harta
    berlebih atau tidak puas akan hartanya, di hidupnya hanya senang-senang tidak
    memikirkan akhirat seperti clubbing, minum, narkoba, dsb

2. Teleologi Eudamonisme (eudamonia=kebahagiaan) yaitu tindakan yang bertujuan
     mencari kebahagiaan hakiki. contoh : rajin beribadah, mencintai alam Etika
     Deontologi Berasal dari kata Yunani yaitu deon yang berarti kewajiban. Etika  
     deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Menurut
  teori ini tindakan dikatakan baik bukan karena tindakan itu mendatangkan akibat
  baik, melainkan berdasarkan tindakan itu baik untuk dirinya sendiri. Contoh:
  manusia beribadah kepada Tuhan karena sudah merupakan kewajiban manusia
  untuk menyembah Tuhannya, bukan karena perbuatan tersebut akan mendapatkan
  pahala.

Pengertian Bisnis beserta contohnya

Pengertian Bisnis menurut Mahmud Machfoedz , bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang atau organisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

berikut ini contohnya :

 

Di Indonesia, Unilever bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh, produk-produk kosmetik, dan produk rumah tangga.

Unilever Indonesia didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever. Pada 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Lever Brothers Indonesia dan pada 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Unilever Indonesia mendaftarkan 15% dari sahamnya di Bursa Efek Jakarta  dan Bursa Efek Surabaya  pada tahun 1981.dan mempunyai lebih dari 1000 supplier.
Unilever memiliki beberapa perusahaan lain di Indonesia:
PT Anugrah Lever - didirikan pada tahun 2000 dan bergerak di bidang pembuatan, pengembangan, pemasaran dan penjualan kecap, saus cabe dan saus-saus lain dengan merk dagang Bango, Parkiet dan Sakura dan merek-merek lain
PT Technopia Lever - didirikan pada tahun 2002 dan bergerak di bidang distribusi, ekspor dan impor barang-barang dengan menggunakan merk dagang Domestos Nomos
PT Knorr  Indonesia - diakuisisi pada 21 Januari 2004
  Strategi Promosi yang dapat dilakukan oleh PT. Unilever yaitu: 
Periklanan → semua bentuk penyajian nonpersonal dan promosi ide, barang atau jasa yang dibayar oleh suatu sponsor tertentu.
Promosi Penjualan → Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa.
Hubungan Masyarakat dan Publisitas → berbagai program untuk mempromosikan dan atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya.
Penjualan Secara Pribadi → interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih untuk melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesan
Pemasaran Langsung → penggunaan surat, telepon, faksimili, e-mail, dan alat penghubung non personal lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan tertentu dan calon pelanggan.

Selasa, 22 November 2011

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Kegiatan – kegiatan promosi yang dilakukan PT Sinar Sosro

Sebagaimana diketahui , bahwa setiap perusahaan pada prinsipnya adalah berusaha memperoleh laba. Karena laba / keuntungan merupakan salah satu syarat berhasilnya suatu perusahaan. Dalam menjalankan kegiatan produksinya sekaligus pula untuk menunjang kelangsungan hidup perusahaan itu sendiri. Dan promosi merupakan salah satu kegiatan dalam pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan. Promosi sebagai salah satu variabel di dalam Marketing Mix, rasanya perlu untuk dilaksanakan oleh perusahaan dalam rangka memasarkan barang – barang dan jasa dari hasil produksi.

Sehubungan dengan hasil tersebut diatas, Pada PT Sinar Sosro Industries, pelaksanaan promosi ditangani bagian Pemasaran / Marketing.

Adapun promosi yang dilaksanakan PT Sinar Sosro Industries, dengan menggunakan system / bentuk promosi sebagai berikut :

1. Periklanan ( Advertising )

Advertising merupakan suatu usaha untuk mempengaruhi konsumen dalam bentuk gambar , suara ataupun kombinasi dari kesemuanya yang diarahkan pada masyarakat secara luas dan secara tidak langsung. Untuk itu perlu diperhatikan antara lain pemilihan media, cara pemasangan dan penyajiannya.

· Media Elektronika

Untuk media elektronika ini biasanya daerah penyebarannya sangat luas, khususnya untuk media televisi yang dimana setiap harinya ditonton oleh banyak orang yang membutuhkan suatu informasi.

Adapun media televisi yang digunakan adalah :

1. TVRI ( Dunia Dalam Berita )

2. RCTI

· Media Cetak ( Khusus )

1. Surat Kabar

Untuk surat kabar ini biasanya daerah penyebarannya cukup luas, tergantung difat surat kabar yang bersangkutan. Adapun surat kabar yang digunakan adalah :

a. Suara Karya

b. Kompas

c. Bisnis Indonesia

2. Majalah

Untuk majalah ini tergantung luas penyebarannya dan oplahnya. Majalah yang digunakan oleh perusahaan adalah majalah Oil and Gas , Tube , Petromin , serta majalah atau bulletin profesi lainnya.

· Sales Promotion

Di dalam melaksanakan sales promotion diusahakan menghubungi pembeli / calon pembeli secara langsung. Untuk saat ini PT Sinar Sosro Industries masih melaksanakan kegiatan sales promotion. Karena pada dasarnya lebih ringan dan hasil yang dicapai dapat dilakukan dalam jangka waktu yang lebih pendek.

3.2. Pengaruh Promosi Terhadap Hasil Penjualan

Pelaksanaan promosi pada masing – masing perusahaan berbeda – beda, hal ini didasarkan atas kebutuhan, kemampuan, maupun sifat dari produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Pada PT Sinar Sosro Industries, bagian promosi merupakan bagian penting bagi kelangsungan produksi perusahaan. Sebab laba atau rugi perusahaan tergantung dari berhasil tidaknya cara kerja bagian promosi.

Di dalam melaksanakan kegiatan produksinya , perusahaan ini juga tidak lepas dari cobaan usaha, seperti turun naiknya permintaan. Hal ini disebabkan bermunculannya pesaing dari perusahaan ini.Pengaruh Promosi terhadap hasil penjualan pada PT Sinar Sosro Industries dapat dianalisa dengan menggunakan analisa regresi berganda.

4.3. Analisa Pengaruh Biaya Promosi Terhadap Hasil Penjualan

Untuk mengetahui apakah kegiatan promosi berperan dalam usaha meningkatkan hasil penjualan, maka perlu adanya pembuktian.

Mencari persamaan estimasi. Mula – mula kita melakukan dengan mencari nilai :

A = n å x1 y – ( å x1 ) ( å y )

B = n å x22 – ( å x2 )2

C = n å x1 x2 – ( å x1 ) ( å x2 )

D = n å x2 y – ( å x2 ) (å y )

E = n å x12 – ( å x1 )2

F = EB – ( C ) 2

Lalu nilai – nilai dari A, B, C, D, E dan F dirubstitusikan ke rumus b1, b2, dan a :

Menghitung b1 :

b1 = AB – CD

F

Menghitung b2

b2 = DE – AC

F


a = å y – b1 å x1 – b2 å x2

n

Maka persamaan regresinya adalah :

Y = a + b1 x1 + b2 x2

Jika dilihat dari hasil regresi linies berganda :

Maka dapat disimpulkan bahwa PT Sinar Sosro Industries akan kehilangan hasil penjualannya sebesar Rp xxx jika tidak melakukan perubahan pada biaya periklanan ( x1 ), dan apabila ada penambahan satu unit variabel x2 akan mengakibatkan kenaikan omzet penjualan sebesar Rp xxx. Sedangkan jika PT Sinar Sosro Industries tidak melakukan biaya promosi maka hasil penjualannya adalah sebesar Rp xxx

Senin, 31 Oktober 2011

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Kerangka Teori

2.1.1 Pengertian Pemasaran ( Marketing )

Marketing atau pemasaran merupakan salah satu faktor penting dalam perusahaan untuk membantu tercapainya tujuan perusahaan. Pada perusahaan – perusahaan yang dikelola dengan baik, bagian Marketing menduduki posisi yang penting disbanding dengan fungsi – fungsi lain di dalam perusahaan. Pemasaran adalah satu fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan dan menyerahkan nilai kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para pemilik saham-sahamnya. Kita juga dapat membedakan definisi pemasaran menurut sosial dan manajerial. Definisi pemasaran dan menurut sosial adalah pemasaran sutu proses social yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas menukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Sedangkan, definisi pemasaran menurut manajerial adalah digambarkan seperti seni menjul produk.

( Phillip Kotler dan Kevin Lane Keller, 2007, 6 ).

Tujuan pemasaran adalah mengetahui dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk atau jasa itu cocok dengan pelanggan, serta mempertahankan pertumbuhan yang kuat dan positif setiap triwulan, mencapai kenaikan yang mantap

dalam penetrasi pasar, dan mengurangi biaya akuisisi pelnggan. ( Phillip Kotler dan

Kevin Lane Keller, 2007, 78 dan 7). Berikut ini penulis akan mengutip pendekatan / approach, atau cara menelaahpemasaran yang dikemukakan oleh Alex S. Nitisemito ( 2002 : 30 ), yaitu :

1. Pendekatan serba lembaga ( Institusional Approach )

Dalam mempelajari marketing berdasarkan pendekatan serba lembaga adalah

suatu cara untuk mempelajari pamasaran dari segi organisasi / lembaga – lembaga

yang menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Approach serba lembaga ini

adalah salah satu cara dalam Marketing yang berpangkal pada lembag – lembaga perantara yang terlibat pemasaran, seperti : agen, grosir, pengecer dan sebagainya.

2. Pendekatan serba fungsi ( Functional Approach )

Dalam mempelajari marketing berdasarkan pendekatan pendekatan serba fungsi ini adalah adalah suatu cara untuk mengetahui fungsi – fungsi yang dijalankan dalam menyalurkan dan memperlancar barang – barang dari produsen ke konsumen, dengan meningkatkan fungsi tersebut diharapkan kelancaran penjualan barang / jasa dapat lebih terjamin

3. Pendekatan serba barang ( Commodity Approach )

Dalam mempelajari Marketing berdasarkan pendekatan serba barang adalah dengan mempelajari barang – barang / jasa – jasa yang akan dijual. Untuk mempelajari Commodity ini adalah melalui penggolongan barang, sehingga mempunyai sifat – sifat yang sama dan dapat dipelajari cara memasarkannya seperti contoh sebagai berikut :

a. Barang – barang industri

b. Barang – barang konsumen

c. Barang – barang pertanian

d. Barang – barang pertambangan, dan lain – lain.

4. Pendekatan serba teori ( Economical Theority Approach )

Di dalam mempelajari Marketing berdasarkan pendekatab serba teori yang dibahas adalah mengenai masalah bentuk – bentuk persaingan yang bersangkutan dengan teori ekonomi permintaan dan penawaran. Dari uraian diatas jelaslah kiranya bahwa dalam mempelajari Marketing diperlukan adanya suatu pendekatan. Walau di dalam setiap pendekatan yang dilaksanakan mempunyai kelebihan –kelebihan dan kelemaha tersendiri, maka dengan mempelajari pendekatan tersebut dapay dipilih pendekatan mana yang paling tepat untuk digunakan dalam perusahaan yang akan dikelola, yang mana nantinya akan menghasilkan laba.

2.1.2 Pengertian Promosi

Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran. Definisi diatas menjelaskan bahwa kegiatan komunikasi yang terdiri dari

beberapa aktifitas dengan maksud untuk mampermudah penjualan suatu produk, dimana sifat komunikasi itu tidak hanya sebagai alat untuk penyebaran informasi produk, tapi juga bersifat membujuk dan mempengaruhi konsumen dengan meyakinkan dan meningkatkan kembali manfaat produk tersebut agar terjadi pembelian ulang ( Philip Kotler dan Gary Amstrong, 2004, 660). Dan promosi harus ditempatkan pada proporsi yang seharusnya. Dalam arti bukan hanya sekedar memperkenalkan barang itu kepada masyarakat, akan tetapi lebih dari itu bagaimana agar masyarakat mau membeli barang yang ditawarkan. Selain hal tersebut diatas. Promosi ( Djaslim Saladin, 2002, 248 ) bertujuan untuk :

1. Mempengaruhi konsumen secara langsung maupun tidak langsung agar tertarik

pada barang – barang yang ditawarkan.

2. Merangsang konsumen untuk membeli barang – barang yang ditawarkan.

3. Mendidik konsumen tentang faedah dari cara – cara penggunaan barang – barang

yang ditawarkan.

4. Membantu dan memperkenalkan barang baru dan juga kepada siapa atau dimana

barang itu akan diperoleh.

Dari definisi diatas hampir bersamaan tujuan yang diharapkan sama. Promosi merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan pemasaran dan sering dikatakan

sebagai ujung tombak pemasaran.

2.1.3 Marketing Mix

Marketing mix adalah suatu istilah yang menggambarkan seluruh unsure pemasaran dan faktor produksi yang dikerahkan guna mencapai tujuan – tujuan badan

usaha misalnya laba, penghasilan dan harta yang ditanam serta omzet penjualan, bagian dari pasar yang ingin direbut dan sebagainya. Menurut Philip Kotler, 2005

bauran pemasaran terdiri dari tujuh variabel yang dikenal dengan 7P yang diuraikan

sebagai berikut :

1. Product (Produk)

Produk merupakan kombinasi barang dan jasa pada sasaran, termasuk didalamnya perencanaan dan pengembangan produk dan jasa yang menyangkut antara lain kualitas, ukuran, merek, pembungkus, garansi dan pelayanannya sehingga barang dan

jasa tersebut dapat memenuhikebutuhan konsumen.

2. Price (Harga)

Harga merupakan sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan barang dan jasa. Penetapan harga terhadap barang dan jasa merupakan faktor yang menentukan berhasil atau tidaknya produk tersebut dipasar.

3. Place ( Tempat / Distribusi )

Tempat dalam pengertian pemasaran adalah distribusi yang meliputi semua kegiatan

yang berhubungan dengan usaha menyampaikan produk dari perusahaan kepada pembeli, yaitu menyediakan produk pada tempat yang mudai dicapai.

4. Promotional ( Promosi)

Merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk memberi informasi mengenai

keberadaan dan manfaat suatu produk yang dirawarkan agar konsumen ingin membelinya.

5. People ( SDM)

Adalah sekumpulan inividu yang berada dalam organisasi atau perusahaan yang saling bekerjasama dengan satu tujuan, dimana masing – masing individu memiliki

tugas dan tanggung jawab sesuai dengan posisi pekerjaan atau jabatan.

6. Process ( Proses )

Merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dari saat produk tersebut belum dipasarkan sampai dengan produk diterima atau dikonsumsi konsumen. Proses produksi ataupun proses pelayanan haruslah mengutamakan kepuasan konsumen dalam segala hal.

7. Phisical Evidence ( Penampilan Fisik )

Penampilan fisik merupakan faktor yang penting dalam membantukeguatan usaha seperti kemasan yang menarik, kebersihan, keindahan interior dan eksterior tempat usaha serta penampilan karyawan untuk menunjang dalam kegiatan usaha. Agar kegiatan marketing dapat berlangsung dengan sukses, produk harus dikembangkan sesuai dengan keinginan dan kemauan konsumen, diberi harga yang terjangkau oleh konsumen, lalu didistribusikan ke tempat konsumen belanja Dan akhirnya dipromosikan lewat media yang terjangkau oleh konsumen. Namun kegiatan tersebut harus terencana dengan baik dan disertai pula dengan pemilihan sebagai kebijakan variabel tersebut dengan tepat.

2.1.4 Perencanaan Promosi

Perencanaan promosi pada dasarnya adalah merupakan bagian dari perencanaan pemasaran secara menyeluruh. Hanya saja aktivitas yang dilakukan menganut serangkaian langkah mendasar sebagai berikut :

1. Mengembangkan cara yang akan di tempuh untuk mendekati audience.

- Menggunakan mass media.

- Meningkatkan upaya langsung.

- Meningkatkan aktivitas promosi penjualan.

2. Menentukan target audience.

3. Menetapkan tujuan promosi

- Mendorong kesadaran konsumen atas merek produk.

- Memberikan informasi atas produk.

- Memberi dorongan kepada konsumen pasca pembelian.

4. Menyusun formasi strategi sebagai promosi untuk mencapai tujuan. Sebagai

contoh apabila tujuan produksi adalah untuk mendorong kesadaran konsumen

terhadap merek produk, maka strategi yang ditempuh adalah dengan melakukan

pengiklanan secara agresif.

5. Menentukan alokasi dana promosi pada masing – masing variabel bauran promosi

yang dipergunakan.

6. Mengevaluasi efektifitas kegiatan promosi dan melakukan penyesuaian tujuan

dan strategi bila di anggap perlu.

2.1.5 Promotion Mix ( Bauran Promosi )

Promosi merupakan salah satu variabel marketing mix yang digunakan oleh perusahaan untuk mengadakan komunikasi dengan pasarnya. Promosi juga sering dikatakan sebagai ujung tombak pemasaran, karena dapat mempengaruhi volume penjualan perusahaan. Menurut Philip Kotler dan Gary Amstrong, 2004 elemen –

elemen dalam bauran promosi adalah :

1.Periklanan ( Advertising )

Periklanan adalah semua bentuk penyajian non personal , promosi ide – ide , promosi barang atau jasa yang dilakukan oleh sponsor. Sedangkan tujuan utama dari periklanan adalah : memberikan informasi secara luas kepada konsumen tentang barang atau jasa yang ditawarkan suatu perusahaan. Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan periklanan adalah untuk meningkatkan penjualan yang mempunyai tujuan sebagai berikut :

- Memberi informasi kepada pasar akan adanya barang baru

- Menyarankan penggunaan suatu barang tersebut

- Membangun citra perusahaan

- Membangun preferensi merek

Menjaga kesan keunggulan produk perusahaan Sedangkan media yang dapat dipergunakan untuk periklanan antara lain:

- Media cetak : koran, majalah, bulletin.

- Media elektronik: radio, televise, internet.

- Pajangan luar : printer, pamflet, papan nama.

Keunggulan periklanan :

Konsumen dapat secara langsung mengetahui tentang produk baru

Kelemahan periklanan :

Biaya yang diperlukan untuk memperkenalkan produk sngat besar.

2.Promosi Penjualan ( Sales Marketing )

Promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung variasi insentif jangka pendek untuk merangsang pembelian atau penjualan suatu produk atau dengan kata lain salah satu bentuk kegiatan promosi dengan mengadakan alat peraga seperti : peragaan , pameran , demonstrasi dan lainnya. Bentuk aktifitas promosi penjualan yang umum dilakukan perusahaan dan dapat dikelompokkan dalam dua tipe : yang pertama adalah promosi penjualan yang diarahkan kepaa tenaga penjual seperti pemberian bonus kepada tenaga pemasar yang mampu mencapai target. Yang kedua adalah promosi dagang biasanya diarahkan untuk para penyalur, misalnya berupa bantuan pajangan produk dan bantuan pengiklanan produk. Tujuan dari promosi penjualan adalah mencakup memproleh tsemakin banyak dukungan tenaga penjualan agar mendorong tenaga penjual supaya menandatangani perjanjian dengan pelanggan baru.

3.Hubungan Masyarakat dan publisitas

Hubungan masyarakat adalah suatu usaha dari rancangan program guna memperbaiki, mempertahankan, atau melindungi perusahaan atau citra produk. Publisitas adalah suatu komunikasi promorsional tentang perusahaan atau produk yang dihasilkan perusahaan, yang disajikan melalui media, akan tetapi tidak dibayar oleh sponsor atau perusahaan. PT Sinar Sosro juga sering melakukan kegiatan promosi ini dengan cara mensponsori kegiatan-kegiatan acara olahraga,seni, dan lain-lain hubungan juga dapat dilakukan dengan cara hubungan pers atau biro media, publisitas produk, urusan publik, melkukan lobi, hubungan investor, dan pengembangan.

4.Penjualan personal ( Personal Selling )

Personal selling ini merupakan komunikasi langsung atau kegiatan promosi yang berbeda dengan periklanan karena menggunakan orang / individu didalam pelaksanaannya, individu – individu yang melaksanakan kegiatan personal selling ini disebut juga tenaga penjualan (salesmen). Yang mana seperti dunia periklanan, dengan tenaga salesman kita juga mengiklankan produk yang kita tawarkan. Akan tetapi, lebih langsung ke konsumen ataupun bertatap muka dalam memasarkan produknya sehingga sering disebut personal selling juga merupakan komponen antar pribadi.

2.1.6 Segmentasi Pasar

Pada kenyataanya pasar yang ada sangat luas dan terbatas dimiliki oleh perusahaan sehingga tdak semua pasar dapat dilayani maka dari itu diperlukan segmentasi pasar, yaitu kegiatan yang membagi – bagi pasar menjadi kelompok pembeli yang berbeda atau bauran pemasaran yang berbeda (Kotler dan Amstrong). Beberapa variabel utama yang digunakan untuk mensegmentasikan pasar konsumen:

1.Segmentasi Geografi

Segmentasi Geografi berarti membagi pasar menjadi beberapa unit secara geografis yaitu seperti regional, kota atau kompleks perumahan. Umtuk memutuskan beropersai di suatu wilayah harus memperhatikan perbedaan kebutuhan dan keinginan yang dijumpai.

2.Segmentasi Demografi

Segmentasi Demografi berarti Membagi pasar berdasarkan variable demografis seperti umur, jenis kelamin, latar belakang etnis, pendidikan, pendapatan,status perkawinan dan status kewarganegaraan. Informasi semacam ini dapat digunakan sebagai target yang akan dicapai oleh perusahaan.

3.Segmentasi Fisiografi

Segmentasi Fisiografi berarti Memisahkan pasar berdasarkan kelas sosial, gaya hidup dan berbagai ciri kepribadian.

4.Segmentasi Perilaku

Segmentasi Perilaku berarti membagi pasar berdasarkan pengetahuan, sikap,

penggunaan atau tanggapan terhadap prodk tertentu.

2.1.7 Hipotesis

Hipotesis sangat penting dalam menentukan hasil penelitian ini maka hipotesis dalam

penelitian ilmiah ini adalah sebahai berikut : Biaya promosi mempengaruhi hasil penjualan produk Joy Tea pada PT SINAR SOSRO